MAKALAH HERBAL MEDIS ANTIDIARE
MAKALAH
HERBAL MEDIS
ANTIDIARE
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada kami sehingga
kami bisa menyelesaikan tugas makalah ini. Dan tidak lupa pula kami panjatkan
syukur kami kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kami dari alam
kebodohan menjadi alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.
Tak lupa pula kami ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing kami,Aldi budi
riyanta ST,MT yang telah memberikan ilmu dalam mata kuliah ini.
Dalam
makalah Farmakologi ini kami membahas tugas mengenai obat anemia. Kami selaku
penyusun makalah ini berharap supaya makalah ini dapat bermanfaat dan dapat
dipergunakan dengan baik dalam perkuliahan.
Kami
menyadari bahwa makalah ini belumlah sangat sempurna oleh karena itu kami
sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca
supaya makalah ini bisa menjadi lebih baik.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN..................................................................................................................... 1
Latar belakang....................................................................................................................... 1
Rumusan masalah.................................................................................................................. 1
BAB 2 PEMBAHASAN....................................................................................................................... 2
Pengertian diare.................................................................................................................... 2
Penyebab timbulnya penyakit diare ...................................................................................... 2
Penularan kuman penyakit diare............................................................................................ 2
Tanda –tanda penyakit diare.................................................................................................. 3
Pengobatan diare.................................................................................................................. 4
Ramuan tanaman herbal tradicional....................................................................................... 4
Cara pencegah penyakit diare ............................................................................................... 5
BAB 3 PENUTUP.............................................................................................................................. 6
Kesimpulan........................................................................................................................... 6
Pertayaan dan jawaban......................................................................................................... 7
Saran..................................................................................................................................... 8
Daftar pustaka....................................................................................................................... 9
BAB 1 PENDAHULUAN
LATAR
BELAKANG
Menurut
WHO (1980), diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali
sehari. Dimana pada dunia ke-3, diare adalah penyebab kematian paling umum
kematian balita, membunuh lebih dari 1,5 Juta orang pertahun. Diare kondisinya
dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (Fructose, Lactose),
penyakit dan makana atau kelebihan Vitamin C dan biasanya disertai sakit perut
dan seringkali enek dan muntah. Dimana menurut WHO (1980) diare terbagi dua
berdasarkan mula dan lamanya, yaitu diare akut dan diare kronik.
Diare adalah kondisi yang ditandai keluarnya
feses secara abnormal dalam interval waktu yang sangat singkat. Kondisi ini
disebabkan oleh berbagai sebab di antaranya perubahan diet, intoleransi makanan
seperti laktosa, gangguan inflamasi pada usus karena mengonsumsi obat seperti
antibiotik, kandungan magnesium dalam antasida, infeksi bakteri (keracunan
obat) atau infeksi virus (rotavirus pada anak-anak). Diare khususnya pada
anak-anak dan orang tua, lebih cepat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi ini
bersifat fatal dan perlu penanganan medis secepatnya (MIMS Indonesia, 2009).
RUMUSAN MASALAH
Tujuan Diare
1. Apa
pengertian Diare?
2. Apa
penyebab Diare?
3. Apa
macam-macam diare?
4. Apa
pencegaahan diare?
5. Apa
pengobataan diare
Tujuan
penulisan
1. Untuk
mengetahui pengertian diare.
2. Untuk
mengetahui macam-macam diare
3. Untuk
mengetahui penyebab diare.
4. Untuk
mengetahui pencegah diare.
5. Untuk
mengetahui obat yang digunakan.
BAB II
PEMBAHASAN
Diare adalah keadaan dimana buang air dengan banyak cairan
(mencret) dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan
lainnya, berasal dari bahasa Yunani yaitu diarrea yang berarti “mengalir
melalui”. Pada diare terdapat gangguan dari resorpsi sedangkan sekresi getah
lambung-usus dan motilitas usus meningkat. Menurut teori klasik, diare
disebabkan oleh meningkatnya peristaltik usus, hingga pelintasan chymus sangat
dipercepat dan masih mengandung banyak air pada saat meninggalkan tubuh sebagai
tinja. Penelitian dalam tahun-tahun terakhir menunjukkan bahwa penyebab
utamanya adalah bertumpuknya cairan di usus akibat terganggunya resorpsi air
atau terjadinya hipersekresi. Biasanya resorpsi melebihi sekresi, tetapi karena
sesuatu sebab sekresi menjadi lebih besar daripada resorpsi, maka terjadilah
diare (Obat-Obat Penting, 2002).
Antidiare adalah Keadaan dimana buang air besar dalam sehari lebih
dari 3x disertai pengeluaran feses yang lebih encer dan tdk terbentuk baik.
PENYEBAB ANTIDIARE
1.
Infeksi
Efek samping Obat
Radang pada saluran cerna
Perubahan pola makan
Keracunan makanan
Sensitif terhadap makanan.
DIARE
DIBAGI MENJADI Dibagi 3 :
1.Diare karena virus
Virus menempel pada mukosa usus
Mis. Traveller diare (5-6 hari)
Tdk perlu diobati
akan tetapi pasien lemas, pengobatan simtomatis
2. Diare karena
entotoksin
Mis : Braveller
diare
3. Diare karena
bakteri
Bakteri tdk hanya
menempel tapi menembus mukosa masuk pembuluh darah
Pengobatan causative.
Tanda-Tanda Penyakit Diare
Berak
encer, biasanya 3X atau lebih dalam sehari, kadang-kadang disertai :
a.
Muntah
b. Badan
lesu dan lemah
c. Tidak
mau makan
d. Panas.
Penggolongan Obat Anti Diare:
1.
Kemoterapeutika; untuk terapi kausal yakni memberantas bakteri penyebab diare,
cont: antibiotika, sulfonamida, dan senyawa kinolon
2.
Obstipansia; untuk terapi simtomatis yang menghentikan diare dengan beberapa
cara yaitu:
a.
zat-zat penekan perilstatik; akan memperlambat gerakan perilstatik pada usus
sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk resorpsi air & elektrolit pada
mukosa usus, cont: Loperamida (derivat petidin), Atropin, Ekstrak Belladona
b.adstrigensia;
akan menciutkan selaput lendir usus, cont: tanin, garam-garam bismut, aluminium
c.adsorbensia;
akan menyerap zat-zat beracun yang dihasilkan bakteri ataupun dari makanan
(cont: karbo adsorben) , dan menutupi selaput lendir usus dan luka-luka dengan
suatu lapisan pelindung (cont: kaolin, pektin, garam bismut, aluminium)
3.
Spasmolitik, yakni zat-zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot yang
mengakibatkan nyeri perut pada diare. Cont: Papaverin.
(Obat-Obat
Penting, 2002).
Contoh antidiare :
1. Racecordil, memenuhi semua syarat ideal,
cara kerjanya mengembalikan keseimbangan sistem tubuh dalam mengatur penyebaran
air dan elektrolit ke usus.
2. Loperamide, golongan opioid yang bekerja
dengan cara memperlambat motilitas saluran cerna
3. Nifuroxazide , bakterisidal terhadap E
coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus, Staphylococcus dan P aeruginosa.
Nifuroxazide bekerja lokal pada saluran pencernaan.
4. Dioctahedral smectite, melindungi barrier
mukosa usus & menyerap toksin,
bakteri, serta rotavirus.
Contoh
obat anti diare.
COLIDIUM
KOMPOSISI :
Tiap
kaplet mengandung Loperamide HCl 2 mg
CARA KERJA OBAT :
Loperamide
merupakan antispasmodik, dimana mekanisme kerjanya yang pasti belum dapat
dijelaskan. Secara in vitro pada binatang Loperamide menghambat motilitas /
perilstaltik usus dengan mempengaruhi langsung otot sirkular dan longitudinal
dinding usus. Secara in vitro dan pada hewan percobaan, Loperamide memperlambat
motilitas saluran cerna dan mempengaruhi pergerakan air dan elektrolit di usus
besar. Pada manusia, Loperamide memperpanjang waktu transit isi saluran cerna.
loperamide menurunkan volum feses, meningkatkan viskositas dan kepadatan feses
dan menghentikan kehilangan cairan dan elektrolit.
INDIKASI :
Diare
akut yang tidak diketahui panyebabnya dan diare kronik.
EFEK SAMPING :
Flatulen/kembung,
konstipasi, mual, muntah, mulut kering, sakit pada abdominal. Reaksi
hipersensitif (termasuk kemerahan pada kulit). Kelelahan, mengantuk, pusing,
megacolon toksik. Gejala over dosis : konstipasi, mual, depresi susunan saraf
pusat.
KONTRA INDIKASI :
Anak-anak
dibawah usia 12 tahun, kolitis akut karena dapat menyebabkan megacolon toksik.
pada keadaan dimana konstipasi harus dihindari. Penderita yang hipersensitif
terhadap obat ini.
INTERAKSI OBAT :
Pemberian
bersama tranquilizer atau alkohol, inhibitor monoamin oksidase harus hati-hati.
PENCEGAHAN
Pencegahan
diare dilakukan dengan cara:penyediaan air minum yang bersih,sanitasi air yang
bersih.,kebersihan perorangan,cucilah dengan sabun sebelum dan sesudah
makan.biasakan buang air besar pada tempatnya(WC dan Toilet). Tempat buang
sampah yang memadai yaitu memisahkan sampah kering dan sampah basah.berantas
lalat agar tidak menghinggapi makanan.lingkungan hidup yang sehat itu dengan
cara menjaga lingkungan sekitar.
BAB 3 Penutup
Kesimpulan
Diare
adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya
. (normal 100-200 ml/jam tinja) , dengan tinja berbentuk cair atau setengah
cair (setengah padat,dapat pula disertai frekuensi defekasi) . diare
ditimbulkan oleh makanan,minuman,virus,bakteri dan alcohol.kuman penyakit diare
ditularkan melalui air dan makanan,tangan yang kotor,berak sembarang tempat dan
botol susu yang kurang bersih
Diare
terbagi dua berdasarkan mula dan lamanya yaitu diare akut dan kronik .penyakit
diare ditandai dengan adanya berak encer,biasanya 3 kali atau lebih dalam
sehari disertai muntah,badan lesu dan lemah,tidak mau makan,panas bahaya dari
diare itu adalah banyaknya kehilangan cairan tubuh,dan menyebabkan
kematian.usaha untuk mengatasi diare yaitu dengan cara memberikan
minuman,larutan oralit,biasanya juga larutan gula,garam(LGG) obat
tradisional,penggolongan obat :kemoterapeutika,obstipansia,spasmolitik.
Pencegahan
diare dilakukan dengan cara:penyediaan air minum yang bersih,sanitasi air yang
bersih.,kebersihan perorangan,cucilah dengan sabun sebelum dan sesudah
makan.biasakan buang air besar pada tempatnya(WC dan Toilet). Tempat buang
sampah yang memadai yaitu memisahkan sampah kering dan sampah basah.berantas
lalat agar tidak menghinggapi makanan.lingkungan hidup yang sehat itu dengan
cara menjaga lingkungan sekitar.
PERTANYAAN
1.
Baety
nurjanati
Apakah makanan pedas dapat menyebabkan
diare,apa alasannya?jika iya zat apa yang menyebabkan diare !
2.
Rizki
rismawati
Kenapa kalau kita makan makanan pedas
akan merasakan nyeri dan panas ?
3.
Yayu
indrawati
Bagaimana cara mengatasi diare pada
bayi
4.
Fauziah
wulandari
Jelaskan mekanisme obat dari golongan Obstipansia
5.
Rini Tri
Utami
Apa saja derajat dehidrasi pada diare ?
6.
Nur afifah
Apakah saat ibu hamil makan makanan
yang pedas dapat berefek pada janin?
JAWABAN
1)
Iya,karena
cabai mengandung vit C jika mengonsumsi
yang berlebihan maka akan merusak
pencernaan.
2)
Karena pada saat asam lambung naik akan
menyebabkan kenaikan yang lebih cepat ,dan menyebabkan iritasi pada pencernaan.
3)
Perlu
terus memberikan ASI untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya , encerkan atau
tambahkan air pada susu formula jika bayi tidak mengonsumsi ASI.ganti susu
formula dengan susu bebas laktosa hingga diarenya berhenti.tubuh bayi lebih
sulit mencerna laktosa sehingga dapat memperburuk diare ,berikan oralit secara
teratur bersamaan dengan makanan bayi(ASI,susu formula dicampur air,atau makan
pendamping).kondisikan ruangan ya selalu sejuk dan jauhkan bayi dari paparan
sinar matahari agar tidak berkeringat secara belebihan,segera bawa kerumah
sakit jika kondisinya semakin buruk.
4)
Menghambat
aksi asetilkolin pada bagian parasimpatik otot halus.
5)
Derajat
dehidrasi:
Ø Tanpa dehidrasi atau( kehilangan cairan <5%
berat badan). Tandanya anak tetap aktif,keinginan untuk minum seperti biasa
karena rasa haus tidak meningkat,kelopak mata tidak cekung,buang air kecil(BAK)
sering.
Ø Dehidrasi ringan sedang(kehilangan cairan 5-10
% berat badan).tandanya anak gelisah atau rewel,anak ingin minum terus karena
rasa haus meningkat,kelopak mata cekung, BAK mulai berkurang
Ø Dehidrasi berat(kehilangan cairan>10% berat
badan). Tandanya anak lemas atau tidak sabar tidak dapat minum,kelopak mata
sangat cekung,pada uji cubit kuitkembali lebih dari 2 detik.agar lebih mudah
gunakan kulit perut.
6)
Makan
makanan yang pedas memang boeh asalkan dikonsumsi sewajarnya jadi tetap harus
dibatasi jangan tiap hari makan makanan yang pedas karena untuk menjaga agar
tidak terjadihal hal yang tidak diinginkan.makanan yang pedas memang tidak
secara langsung berpengaruh pada janin,namun berpengaruh pada pencernaan
(lambung).jika banyak mengonsumsi makanan yang pedas dapat menimbulkan diare
yang bisa berlanjut menjadi gangguan dehidrasi sehingga membahayakan kehamilan.
SARAN
Berdasarkan penjelasan diatas maka dianggap perlu untuk membahas
mengenai persoalan penyakit tentang diare sebagai penyumbang penyebab tertinggi
kedua kematian anak,sehingga semua pihak dapat mengupayakan strategi dalam
rangka mengurangi kematian anak akibat diare demi peningkatan kualitas anak .

0 Response to "MAKALAH HERBAL MEDIS ANTIDIARE"
Post a Comment